-->

Arsjad Rasjid: Roadmap Inisiatif Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan Yang Patut Diapresiasi

Rifan author photo

Jakarta, BAP--Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Arsjad Rasjid mengapresiasikan HMI Badko Jabodetabeka-Banten soal diskusi publik yang mengangkat tema Roadmap Ekonomi Nasional. Arsjad Rasjid juga yang turut terlibat aktif mengambil peran dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Pengurus Badko HMI Jabodetabek-Banten yang telah menginisiasi diskusi publik menyoal "Roadmap Ekonomi Nasional: Transformasi Pembangunan yang Berkelanjutan dalam Mempercepat Pemulihan Ekonomi" yang digelar di KopiBrug, Tebet, Jaksel Rabu 21/12/2022 kemarin red. Hal itu mendapat perhatian khusus ketua umum Kadin.

"Saya mengapresiasi sekaligus mendukung penuh atas terselenggaranya diskusi publik roadmap ekonomi nasional oleh Badko HMI Jabodetabeka-Banten," ujarnya melalui video.

Menurut Arsjad, apa yang dilakukan oleh pengurus Badko HMI Jabodetabeka-Banten adalah inisiatif yang luar biasa yang datang dari organisasi mahasiswa untuk ikut berkontribusi pada program pembangunan berkelanjutan demi pemulihan ekonomi. 

Kata Arsjad, pembangunan berkelanjutan bukan hanya tugas dan tanggungjawab pemerintah saja. Tapi tugas seluruh lapisan masyarakat Indonesia termasuk para pelajar dan mahasiswa.

Lebih lanjut, Arsjad menuturkan bahwa pembangunan berkelanjutan artinya tidak hanya tumbuh dari segi materi tapi memastikan bahwa perkembangan berkelanjutan ini adil dan inklusif dengan tidak meninggalkan siapapun.

"Puluhan juta tenaga kerja berpotensi kehilangan pekerjaan dan tergantikan oleh otomatisasi di tahun 2033. Untuk itu peran mahasiswa sangat penting dalam memastikan pembangunan berkelanjutan mulai dari sekarang. Yaitu dalam memperluas kapasitas dan skill digital yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri," imbuhnya.

Arsjad berharap dalam diskusi publik ini, mahasiswa dapat memberikan ide segar untuk turut mensukseskan transformasi pembangunan berkelanjutan Indonesia.

Editor: Efendi Noerdin
Share:
Komentar

Berita Terkini