-->

Perawanku Hilang Saat perayaan di Hari Valentin

Redaksi author photo


           Photo Ilu trasi


Oleh: Istanjoeng

Hai sobat dimana pun kalian berada. Nama Saya sebut sajaYeni, saya sebenarnya tidak pernah berPacaran, karna saya focus untuk kuliah.

Namun pada semester ketiga, entah kenapa terinfirasi untuk saya berpacaran dengan seorang pemuda yang bernama Hendradno, nama samaran, anak seorang pungusaha di salah satu Kota di Indonesia. 

Hen itu pemuda tampan, Baik, dan banyak Wanita yang suka padanya, malah kawan saya sendiri suka pada Hen, dia tergolong Mahasiswa yang pandai merayu Wanita, dan dia terglong mahasiswa tampan di Kampus saya.

Padahal  orang tua saya melarang untuk berpacaran sebelum kuliah saya selesai.

Akan tepi. Karena keinginan saya sendiri untuk berpacaran, walaupun harus sembunyi-sembunyi dari Orang Tua Saya, sebenarnya  Saya sejak di SMA belum pernah pacaran. 

Kalaupun pacaran saya hanya ingin merasakanya sekali seumur hidup, dan dia yang menjadi suami saya kelak.

Walau kenyataan berkata lain, saya menemukan kekasih yang lain dan menjadi pendamping hidup yang benar-benar menerima saya apa adanya.

Bisa dikatakan, saya tak punya banyak pengalaman, dan belum pernah merasakan bagaimana suasana perayaan hari kasih sayang sedunia itu.

Namun saya mengambil keputusan untuk merayakan hari itu bersama pacar saya, dan bagaimana rasanya merayakan hari valentin dengan pacar.

Karena hari Valentin di tanggal 14 Februari adalah  hari yang sama dan tidak menjadi spesial buat saya.

Namun karna Hen mengajak saya untuk merayakan Hari kasih sayang sedunia itu, Saya terpaksa menurutinya. Malam itu Hen membawa saya kesuatu tempat yang paling Istimewa bagi saya, tanpa saya sadari Hen memang sudah ada niat lain pada saya. 

Malam itu kami begitu senang disertai rasa gembira, namun tanpa saya sadari Hen merayu saya dengan cumbuan asmaranya.

Sehingga Hen memberi ciuman yang penuh gairah pada saya, tanpa saya sadari, tangan Hen pun mulai beraksi, perlahan-lahan Hen meraba perlahan-lahan sikit demi sedikit, Hen menurunkan tanganya hingga ke pangkal Paha saya, saya begitu merasakannya.

Sehingga satu persatu kancing baju saya dibuka oleh Hen, saya pu terlena dalam kemesraan bersama Hen, setelah Hen selesai buka baju saya, Hen mulai beraksi untuk membuka Bra saya, kembali Hen member sentuhan mesra.

Tanpa saya sadari. Semua pakaian saya sudah Hen lepaskan tanpa sehelai benangpun yang tersisa di badan saya, dan saya pun telanjang bualat dibuat Hen, pada saat itulah kami melakukan hubungan intim denganya. 

Saya benar-benar sayang dan mencintainnya, maka saya harus membuktikannya dengan mau menyerahkan keperawanan saya. Singkat cerita selang Beberapa bulan. Hen memutuskan saya.

Saya sedih dan kecewa, terhadap sikap Hen, terpaksa luka ini saya tanggung sendiri.

Sobat ku yang baik, sebenarnya Hari Valentin itu bukan lah Hari yang baik, Namun Hari kehancuran bagi kaum Wanita.

Maka saran saya bagi Sobat saya semua, terutama yang masih mudi-mudi, agar jangan pernah melakukan Peraya Hari Valentin, walaupun ada ancaman-acaman dari kekasih anda.

Sobat. Anda disaat perayaan Valentin anda boeleh pilih. Putus Cinta atau Perawan hilang saat merayakan Valentin.

Cerita ini hanyalah sebatas peringatan agar berhati-hati saat mengambil keputusa, dan ini hanyalah fipti belaka, bila ada kesamaan itu diluar dugaan kami.
Share:
Komentar

Berita Terkini